Maraknya Pelajar Yang Berjualan di SMAN 1 Gunung Putri

Siswa siswi di SMAN 1 Gunung Putri mereka tidak hanya mencari pengetahuan ilmu di sekolah tetapi mereka pun bertekad mencari uang di sekolah dengan berjualan. Hal itu direspon positif oleh seluruh warga sekolah seperti murid, staff, dan para guru.

Beraneka ragamnya makanan para pelajar pun tidak kalah oleh para pedagang yang berjualan di kantin, contoh makanan yang dijual seperti donat, somay, burger, spaghetti, piscok, dan pempek. Apakah usaha mereka laku dan habis setiap harinya? Tetapi hal yang paling terpenting makanan itu sehat dan higenis.

Berjualan di sekolah memiliki faktor positif dan negatif, faktor positif dari berjualan di sekolah menambah uang jajan para penjual (siswa) dan menambah pengalaman berjualan pelajar. Adapun faktor negatif yaitu dapat menganggu konsentrasi belajar para siswa-siswi dan menurunnya nilai akademik para pelajar yang berjualan. Jadi berjualan di sekolah bagi mereka bukanlah persoalan rasa malu, uang hasil jualan itu ditabung dan digunakan untuk menambah uang saku. Selain untuk menambah uang saku, mereka juga ingin membantu meringankan beban orang tua masing-masing, mereka juga sudah ada yang menjadi tulang punggung keluarga.

Mereka adalah siswa yang patut di contoh, karena kerja kerasnya setelah kegiatan belajar mengajar menggambarkan betapa gigihnya siswa dalam menjalankan kemandirian hidup. Didikan orang tua mereka yang tidak ingin bergantung pada orang lain telah memberikann rasa kepercayaan diri, hidup mandiri, dan bersosial. Dari hal berharga tersebut akan menjadi bekal dan modal di kehidupan saat mereka dewasa.


Keywords : Pelajar, Ekonomi

Kelompok : Amos Pauji Situmorang dan Muhammad Aditama Anugerah 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Esai Sastra Novel “Oh My Savior” oleh Karmila Nur Alifia

Esai Sastra Novel ''Laskar Pelangi'' oleh Febiyani Fadillah

Esai Sastra Novel “Saga” oleh Tio Rifaldo